Hello
Long time no see
Hahahaah. I spent couple month without any posting this blog. Hohoho. My apology
Yesterday, I went to book store and bought a book. Actually I wanted to buy more books, but my financial in that time did not suppose me, so I just bought a book.
The book is titled: Belajar Heran dari Negeri Jiran (2012), Written by Bambang. I don't know why I bought it. But for surely when I saw the cover and the title, it was like, "Gee, I getta grab this book and read it as fast as possible". Then I go to cashier and I read it immediately, even, I have to admit that I unwrapped the book when in the line. Hahahaha
Yup, the book store was a bit crowded in that time. So I gotta in the line to cashier.
I just like reading the book. The book gave me so much information about how to get scholarship from foreign country, how to write a paper and thesis, how need a struggle when we want to get Ph.D. And what I'm just uncommon sense is whe the author told the reader that how hard his effort was to get job here (Indonesia) and how surprise he was when he tried to apply to be lecture in Malaysia.
Not only gave me more understandings about education in Malaysia, in the end of this book, the author also gave clearly explanation that how great Malaysia in his struggle to bring Malaysia as a developed country. Yeah it was good explanation, though.
I am NOT an executive salesman of this book, but if you want to know about the progress of education in Malaysia or you are kind of the one who really concerns about education, this book is highly recommended to read.
Senin, 23 Juli 2012
Penempatan PPL UNSWAGATI Cirebon 2012
Pagi tadi, Senin 23 Juli 2012 atau 3 Ramadan 1433H merupakan hari yang sedikt saya nanti-nanti. Hari cerah tersebut tak lain merupakan hari pembagian sekolah tempat kami akan melaksanakan kuliah nyata, simulasi mengajar, atau beken disebut PPL. Sebenernya saya sendiri sedikit lupa dengan apa itu PPL. What PPL stands for actually? Idk. LMAO
Berangkat dari rumah ke kampus sekitar pukul sembilan lewat sepuluh atau dua puluh menitan. Dan ahirnya saya sampai ke kampus dua Unswagati Cirebon, dikarenakan lahan parkir sempit yang berjubel motor pribadi mahasiswa, maka saya harus rela memarkirkan motor di trotoar depan kampus. Saya berani parkir disitu karena memang banyak motor juga.
Sedikit cemas untuk mengetahui sekolah mana tempat saya harus menghabiskan masa tiga bulan untuk PPL. Sebenarnya saya sih tidak begitu memperhatikan dan rewel dimana harus menjalani PPL. Saya percaya pihak universitas tidak main main dalam penempatan mahasiswanya untuk mendapatkan pengalaman mengajar sesungguhnya. Karena secara tidak langsung baik tidaknya mahasiswa dalam mengikuti rangkaian PPL secara tidak langsung berdampak pada pamor kampus pula.
Banyak wajah wajah sumringah, dan tak sedikit wajah muram ditunjukan sebagai tanda kurang puas namanya diletakan di sekolah bukan pilihannya. Sebenarnya bukan masalah itu pilihan mahasiswanya atau tidak, dikarenakan memang kami para mahasiswa tidak diperkenankan memilih dimana untuk diletakan. Pure hajat kampus.
Sedangkan saya, saya memasang muka sedikit memaksaan sumringah karena memang masih sedikit ngantuk dan kurang tidur.
Wah, ternyata temen sekelas mendapatkan tempat PPL yang bagus bagus, sekolah favorit dan sekolah swasta mahal. Sebut saja SMAN 5 Al Azhar, yang sebenernya saya juga pengen disitu sih. SMAN 4 kota Cirebon, SMPN 1kota Cirebon, SMAN1 kota Cirebon, SMAN 2 kota Cirebon, SMKN 1 kota Cirebon, dan sekolah lainnya yang saya sedikit lupa nama namanya.
Dan secara mengejutkan, percaya tidak percaya nama Moh. Nazmudin tertulis di bawah SMAN 2 kota Cirebon yang secara tidak langsung itu merupakan tempat dimana saya harus mengahbiskan waktu kurang lebih 3 bulan menjalani masa PPL disitu.
Wah tantangan besar ini, guman saya.
Bismilah
Berangkat dari rumah ke kampus sekitar pukul sembilan lewat sepuluh atau dua puluh menitan. Dan ahirnya saya sampai ke kampus dua Unswagati Cirebon, dikarenakan lahan parkir sempit yang berjubel motor pribadi mahasiswa, maka saya harus rela memarkirkan motor di trotoar depan kampus. Saya berani parkir disitu karena memang banyak motor juga.
Sedikit cemas untuk mengetahui sekolah mana tempat saya harus menghabiskan masa tiga bulan untuk PPL. Sebenarnya saya sih tidak begitu memperhatikan dan rewel dimana harus menjalani PPL. Saya percaya pihak universitas tidak main main dalam penempatan mahasiswanya untuk mendapatkan pengalaman mengajar sesungguhnya. Karena secara tidak langsung baik tidaknya mahasiswa dalam mengikuti rangkaian PPL secara tidak langsung berdampak pada pamor kampus pula.
Banyak wajah wajah sumringah, dan tak sedikit wajah muram ditunjukan sebagai tanda kurang puas namanya diletakan di sekolah bukan pilihannya. Sebenarnya bukan masalah itu pilihan mahasiswanya atau tidak, dikarenakan memang kami para mahasiswa tidak diperkenankan memilih dimana untuk diletakan. Pure hajat kampus.
Sedangkan saya, saya memasang muka sedikit memaksaan sumringah karena memang masih sedikit ngantuk dan kurang tidur.
Wah, ternyata temen sekelas mendapatkan tempat PPL yang bagus bagus, sekolah favorit dan sekolah swasta mahal. Sebut saja SMAN 5 Al Azhar, yang sebenernya saya juga pengen disitu sih. SMAN 4 kota Cirebon, SMPN 1kota Cirebon, SMAN1 kota Cirebon, SMAN 2 kota Cirebon, SMKN 1 kota Cirebon, dan sekolah lainnya yang saya sedikit lupa nama namanya.
Dan secara mengejutkan, percaya tidak percaya nama Moh. Nazmudin tertulis di bawah SMAN 2 kota Cirebon yang secara tidak langsung itu merupakan tempat dimana saya harus mengahbiskan waktu kurang lebih 3 bulan menjalani masa PPL disitu.
Wah tantangan besar ini, guman saya.
Bismilah
Minggu, 05 Februari 2012
Sebelas Penyakit Guru
Siang ini saya menonton Kick Andy di sebuah stasiun swasta nasional, salah saty segmen yang dibahas adalah tentang kisah sukses sebuah sekolah berkebutuhan khusus.
Dan di segmen itu pula diberikan contoh salah satu kemampuan anak berkebutuhan khusus yang sangat cerdas dan aktif untuk menyampaikan 11 penyakit guru yang patut dihindari.
Sebagai dalah sati mahasisw keguruan dan ilmu kependidikan saya rasa saya sedikit wajib untuk menulis dan mengingatnya baik baik agar dikemudian hari kita bisa menghindari sebelas macam penyakit tersebut, berikut daftarnya:
11 Penyakit Guru yang wajib dihindari:
1. TIPUS : Tidak punya selera
Ketika lonceng tanda masuk telah berbunyi, guru yang mempunyai gejala tipus, masih berpur-pura mempersiapkan diri mencari buku-buku persiapan mengajar. Setelah itu mencari teman sejawat yang juga masuk kelas bersamaan pada jam tersebut untuk diajak ngobrol terlebih dahulu
2. MUAL : mutu amat lemah
Tanda-tanda mual ini dapat dari kepemilikan sumber bacaan dan sumber informasi yang dimiliki di rumah. Bahasa Inggris sebagai bahasa ilmu pengetahuan tidak bisa dielakkan. Guru yang memiliki rasa MUAL biasanya antipati dengan hal-hal yang berbau inggris.
3. KUDIS : Kurang disipilin
Pemanfaatan waktu yang kuran efektif saat berinteraksi dengan peserta didik, tak jarang KUDIS ini menyebabkan kegiatan pembelajara selesai sebelum lonceng keluar dibunyikan.
4. ASMA : Asal masuk kelas
Banyak yang beranggapan bahwa kalau guru masuk kelas tidak membawa buku adalah guru yang hebat, padahal setiap kegiatan pembelajaran siswa selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut harus dicatat.
5. TBC : Tak bisa computer
Penyakit ini dapat dilihat dari kemampuan menjinakkan mouse di depan komputer
6. KUSTA : Kurang strategi
Banyak siswa yang keluar-masuk saat dia mengajar adalah salah satu ciri penderita kusta.
7. KRAM : Kurang terampil
Alat-alat laboratorium yang ditumbuhi jamur dan kelihatan tidak pernah dipakai
8. Asam Urat: Asal Sampai materi kurang akurat
9. LESU : Lemah sumber
10. Ginjal : gajinya nihil, jarang aktif dan lambat
11. Diare : dikelas anak-anak diremehkan
Mari para guru kita hindari penyakit-penyakit di atas
Ada yang punya daftar penyakit lain yang harus dihindari?
Dan di segmen itu pula diberikan contoh salah satu kemampuan anak berkebutuhan khusus yang sangat cerdas dan aktif untuk menyampaikan 11 penyakit guru yang patut dihindari.
Sebagai dalah sati mahasisw keguruan dan ilmu kependidikan saya rasa saya sedikit wajib untuk menulis dan mengingatnya baik baik agar dikemudian hari kita bisa menghindari sebelas macam penyakit tersebut, berikut daftarnya:
11 Penyakit Guru yang wajib dihindari:
1. TIPUS : Tidak punya selera
Ketika lonceng tanda masuk telah berbunyi, guru yang mempunyai gejala tipus, masih berpur-pura mempersiapkan diri mencari buku-buku persiapan mengajar. Setelah itu mencari teman sejawat yang juga masuk kelas bersamaan pada jam tersebut untuk diajak ngobrol terlebih dahulu
2. MUAL : mutu amat lemah
Tanda-tanda mual ini dapat dari kepemilikan sumber bacaan dan sumber informasi yang dimiliki di rumah. Bahasa Inggris sebagai bahasa ilmu pengetahuan tidak bisa dielakkan. Guru yang memiliki rasa MUAL biasanya antipati dengan hal-hal yang berbau inggris.
3. KUDIS : Kurang disipilin
Pemanfaatan waktu yang kuran efektif saat berinteraksi dengan peserta didik, tak jarang KUDIS ini menyebabkan kegiatan pembelajara selesai sebelum lonceng keluar dibunyikan.
4. ASMA : Asal masuk kelas
Banyak yang beranggapan bahwa kalau guru masuk kelas tidak membawa buku adalah guru yang hebat, padahal setiap kegiatan pembelajaran siswa selalu mengalami perubahan. Perubahan tersebut harus dicatat.
5. TBC : Tak bisa computer
Penyakit ini dapat dilihat dari kemampuan menjinakkan mouse di depan komputer
6. KUSTA : Kurang strategi
Banyak siswa yang keluar-masuk saat dia mengajar adalah salah satu ciri penderita kusta.
7. KRAM : Kurang terampil
Alat-alat laboratorium yang ditumbuhi jamur dan kelihatan tidak pernah dipakai
8. Asam Urat: Asal Sampai materi kurang akurat
9. LESU : Lemah sumber
10. Ginjal : gajinya nihil, jarang aktif dan lambat
11. Diare : dikelas anak-anak diremehkan
Mari para guru kita hindari penyakit-penyakit di atas
Ada yang punya daftar penyakit lain yang harus dihindari?
Kamis, 02 Februari 2012
Salah Perkiraan
Jumat, 3 Februari 2012 sekitar pukul 12:38 menit saya bertolak dari Kedaung Cirebon menuju Honda Dealer di Arjawinangun, harapan saya sih bisa mengambil hak saya: yaitu cuci motor gratis karena saya service di hari minggu sebelumnya. Hari minggu tidak ada servise gratis tapi dapat kupon cuci gratis.
Selain mendapat cuci gratis saya juga ingin mengambil BPKB yang sehrusnys sudah bisa diambil pada tanggal 25 Januari. Namun berdasarkan keterangan dealer rupanya belum selesai juga dikarenakan malahan justru yang membuat di bulan september sudah dilayani samasat. Sedangakn saya membeli motor pada bulan oktober, "wah parah yah satu bulan full terlewat"
Tiba pukul 13:10 di dealer Honda di Arjawinangun tidak serta merta saya dapat layanan cuci gratis lho, menunggu hampir 2 jam atau lebih baru dilayani
Waw
Kudu kaya waktu dan sabar ini mah
Hohohoho
Selain mendapat cuci gratis saya juga ingin mengambil BPKB yang sehrusnys sudah bisa diambil pada tanggal 25 Januari. Namun berdasarkan keterangan dealer rupanya belum selesai juga dikarenakan malahan justru yang membuat di bulan september sudah dilayani samasat. Sedangakn saya membeli motor pada bulan oktober, "wah parah yah satu bulan full terlewat"
Tiba pukul 13:10 di dealer Honda di Arjawinangun tidak serta merta saya dapat layanan cuci gratis lho, menunggu hampir 2 jam atau lebih baru dilayani
Waw
Kudu kaya waktu dan sabar ini mah
Hohohoho
Langganan:
Komentar (Atom)