Minggu, 29 Januari 2012
Duduk di kursi ruang multimedia MAN Ciwaringin
Jenis kegiatan: Menunggu Kepala Madrasah
Sembari duduk tengak tengok kanan kiri dan memflashback saat saat sekolah dulu
Namu Says:
Memori atau ingatan sesuatu biasanya cukup lama nagkring di fikiran kita. Terlebih jika kita melibatkan perasaan atas kejadian kejadian yang terlewat
Waalaaaa,
Gak pantes banget tuh jadi quote haha
Yang penting nulis lah, lumayan: membunuh ngantuk dan jenuh
Tampilkan postingan dengan label pendapat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendapat. Tampilkan semua postingan
Minggu, 29 Januari 2012
Sabtu, 28 Januari 2012
The City of Amber
Bosan menunggu sesuatu dan mumpung gada temen yang kudu diajak mengobrol, mending posting di blog. Lumayan gede gedein trafik.
Saya ingat saat menonton pilm The City of Amber, entah siapa saja yang menjadi aktor dan aktris, yang pasti ceritanya menarik.
Sebenarnya sangat membosankan pada awalnya, monoton dan lain sebaginya
Namun, saat ditonton bareng dan dibahas secara iseng dengan teman lainnya seru juga.
Film tersebut mwnceritakan bagaimana pola hidup dibawah tanah sana yang sangat berbeda, terlebih sudah hampir 8 generasi dilahirkan di kota tersebut
Hidup mereka tergantung pada generator yang sangat besar untuk menerangi seluruh pelosok kota.
Yang saya miris, mereka tidak bisa bercita cita karena pembagian tugas hidup diundi melalui undian, macam arisan saja.
Pokoknya lucu dan, bagi kami yang suka membahas hal sepele tentnag kehidupan, sangat menarik karena kita diajak berpetualang untuk menemukan dunia yang sebenarnya.
Happy weekend everyone
Saya ingat saat menonton pilm The City of Amber, entah siapa saja yang menjadi aktor dan aktris, yang pasti ceritanya menarik.
Sebenarnya sangat membosankan pada awalnya, monoton dan lain sebaginya
Namun, saat ditonton bareng dan dibahas secara iseng dengan teman lainnya seru juga.
Film tersebut mwnceritakan bagaimana pola hidup dibawah tanah sana yang sangat berbeda, terlebih sudah hampir 8 generasi dilahirkan di kota tersebut
Hidup mereka tergantung pada generator yang sangat besar untuk menerangi seluruh pelosok kota.
Yang saya miris, mereka tidak bisa bercita cita karena pembagian tugas hidup diundi melalui undian, macam arisan saja.
Pokoknya lucu dan, bagi kami yang suka membahas hal sepele tentnag kehidupan, sangat menarik karena kita diajak berpetualang untuk menemukan dunia yang sebenarnya.
Happy weekend everyone
Bosan dengan Segala Kemudahan
Terkadang jengah juga saat semua yang kita inginkan tersedia secra mudah di hadapan mata.
Dulu
Saya suka baca, dan sangat sering ke toko buku. Baik sekedar nebeng baca. Beberapa bab sampai berburu buku cetakan yang cukup lama yang dijual setengah harga. Dan lumayan sering juga pergi ke toko buku bekas untuk melihat lihat buku dan majalah lama yang dijual, bahkan lumayan sering beli buku KW (gak yakin kalau disebut buku bajakan).
Namun
Sejak diberitahu oleh dosen tentang situs penyedia buku gratis macam library(dot)nu saya jadi jarang ke toko buku dan setelah diingat ingat, terahir ke toko buku enam bulan yang lalu dari posting entry ini. Wah lama yah?
Segalanya memang serba lebih mudah, lihat buku buku dunia yang lagi hot dibaca oleh warga dunia serta melihat komentarnya cukup klik goodreads(dot)com saja. Lalu ke libray(dot)nu untuk mengunduhnya dan diprin untuk dinikmati.
Yup
Dunia perbukuanku berubah menjadi lebih mudah sekarang
Dan beberapa waktu ini sedikit jengah dan merindukan masa masa nebeng di toko buku untuk sekedar tertawa tawa kecil menikmati buku milik toko tersebut.
Selamat membaca, kawan..
Dulu
Saya suka baca, dan sangat sering ke toko buku. Baik sekedar nebeng baca. Beberapa bab sampai berburu buku cetakan yang cukup lama yang dijual setengah harga. Dan lumayan sering juga pergi ke toko buku bekas untuk melihat lihat buku dan majalah lama yang dijual, bahkan lumayan sering beli buku KW (gak yakin kalau disebut buku bajakan).
Namun
Sejak diberitahu oleh dosen tentang situs penyedia buku gratis macam library(dot)nu saya jadi jarang ke toko buku dan setelah diingat ingat, terahir ke toko buku enam bulan yang lalu dari posting entry ini. Wah lama yah?
Segalanya memang serba lebih mudah, lihat buku buku dunia yang lagi hot dibaca oleh warga dunia serta melihat komentarnya cukup klik goodreads(dot)com saja. Lalu ke libray(dot)nu untuk mengunduhnya dan diprin untuk dinikmati.
Yup
Dunia perbukuanku berubah menjadi lebih mudah sekarang
Dan beberapa waktu ini sedikit jengah dan merindukan masa masa nebeng di toko buku untuk sekedar tertawa tawa kecil menikmati buku milik toko tersebut.
Selamat membaca, kawan..
Menulis Semudah Berbicara
Namu Says:
Teman saya, Faris Azhar, pernah menulis dalam blognya: " jika membaca ibarat mendengar, maka menulis semudah kita berbicara"
Saya beberapa waktu terdiam membaca kata kata tadi, sangat rasional memang
Maka, mari menulis
Karena menulis itu semudah berbicara
Di lain hari,
Saya dan salah satu teman saya, Bani Ramdlan mengobrol dan tak sengaja menguti kalimat Faris Azhar tersebut. Namun reaksinya tidak begitu setuju
" Benar adanya kalimatmu tadi, walau kita punya dua telinga, kita lebih suka berkicau dalaripada peduli dengan mendengarkan" jelasnya.
Deg!
Nah lho? Benarkah menulis perlu perasan, macam rasa peduli ?
Entahlah, namun yang ingin saya lakukan adalah latian berbicara macam anak 12 bulan yang bosan harus terus mendengar selama lebih dari 320 hari.
Namun, boleh juga sih, mari kita buktikan bahwa menulis itu semudah kita memprosuksi kata melalui lisan.
Teman saya, Faris Azhar, pernah menulis dalam blognya: " jika membaca ibarat mendengar, maka menulis semudah kita berbicara"
Saya beberapa waktu terdiam membaca kata kata tadi, sangat rasional memang
Maka, mari menulis
Karena menulis itu semudah berbicara
Di lain hari,
Saya dan salah satu teman saya, Bani Ramdlan mengobrol dan tak sengaja menguti kalimat Faris Azhar tersebut. Namun reaksinya tidak begitu setuju
" Benar adanya kalimatmu tadi, walau kita punya dua telinga, kita lebih suka berkicau dalaripada peduli dengan mendengarkan" jelasnya.
Deg!
Nah lho? Benarkah menulis perlu perasan, macam rasa peduli ?
Entahlah, namun yang ingin saya lakukan adalah latian berbicara macam anak 12 bulan yang bosan harus terus mendengar selama lebih dari 320 hari.
Namun, boleh juga sih, mari kita buktikan bahwa menulis itu semudah kita memprosuksi kata melalui lisan.
Boy Girl Band, Pendapatmu?
Musim banget nih Boy dan Girl Band di Tv
Bahkan ada audisinya segala
Dan tak tanggung tanggung ada stasiun Tv Nasional Swasta yang menjanjikan menjadikan Bintnag Asia dari scouting talent event yang bakal diadakan?
Pendapat saya tentnag fenomena ini:
Saya menyambut baik, bhakan bersyukur, dalam artian berterimah kasih pada stasiun stasiun tv yang telah memberikan wadah terhadapa kreativitas anak bangsa. Ya meski tidak dipungkiri banyak yang berpendapat ini hanya sekedar euforia anget anget tahi kucing saja, tapi tak apalah.
Warga negara, terutama remaja itu penting mempunyai mimpi, meski bagi sebagian orang itu tidak mungkin dan underestimate terhadap impiannya, tapi tak apa. Yang penting berani mimpi dulu, kalau sudah punya mimpi pasti mau berjuang dan akan mendapatkan hasil dikemuadian hari. Baik atau buruk hasilnya tak jadi masalah. Yang penting telah bermimpi dan berkeringat untuk berjuang membangun mimpinya.
Dan selebihnya bisa dibaca, remaja remaja kita yang telah terbiasa bermimpi dan berusaha pasti secara ototmatis mulai menyeleksi satu persatu mimpinya, apakah baik dan bagus untuk masa depanny atau harus berahir sebagai impian yang tertulis diatas kertas saja.
Fenomena boy dan girl band telah saya komentari.
Apa pendapat anda?
Bahkan ada audisinya segala
Dan tak tanggung tanggung ada stasiun Tv Nasional Swasta yang menjanjikan menjadikan Bintnag Asia dari scouting talent event yang bakal diadakan?
Pendapat saya tentnag fenomena ini:
Saya menyambut baik, bhakan bersyukur, dalam artian berterimah kasih pada stasiun stasiun tv yang telah memberikan wadah terhadapa kreativitas anak bangsa. Ya meski tidak dipungkiri banyak yang berpendapat ini hanya sekedar euforia anget anget tahi kucing saja, tapi tak apalah.
Warga negara, terutama remaja itu penting mempunyai mimpi, meski bagi sebagian orang itu tidak mungkin dan underestimate terhadap impiannya, tapi tak apa. Yang penting berani mimpi dulu, kalau sudah punya mimpi pasti mau berjuang dan akan mendapatkan hasil dikemuadian hari. Baik atau buruk hasilnya tak jadi masalah. Yang penting telah bermimpi dan berkeringat untuk berjuang membangun mimpinya.
Dan selebihnya bisa dibaca, remaja remaja kita yang telah terbiasa bermimpi dan berusaha pasti secara ototmatis mulai menyeleksi satu persatu mimpinya, apakah baik dan bagus untuk masa depanny atau harus berahir sebagai impian yang tertulis diatas kertas saja.
Fenomena boy dan girl band telah saya komentari.
Apa pendapat anda?
Langganan:
Postingan (Atom)