Tampilkan postingan dengan label filmku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label filmku. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 28 Januari 2012

The City of Amber

Bosan menunggu sesuatu dan mumpung gada temen yang kudu diajak mengobrol, mending posting di blog. Lumayan gede gedein trafik.

Saya ingat saat menonton pilm The City of Amber, entah siapa saja yang menjadi aktor dan aktris, yang pasti ceritanya menarik.

Sebenarnya sangat membosankan pada awalnya, monoton dan lain sebaginya
Namun, saat ditonton bareng dan dibahas secara iseng dengan teman lainnya seru juga.

Film tersebut mwnceritakan bagaimana pola hidup dibawah tanah sana yang sangat berbeda, terlebih sudah hampir 8 generasi dilahirkan di kota tersebut
Hidup mereka tergantung pada generator yang sangat besar untuk menerangi seluruh pelosok kota.
Yang saya miris, mereka tidak bisa bercita cita karena pembagian tugas hidup diundi melalui undian, macam arisan saja.

Pokoknya lucu dan, bagi kami yang suka membahas hal sepele tentnag kehidupan, sangat menarik karena kita diajak berpetualang untuk menemukan dunia yang sebenarnya.

Happy weekend everyone

Kamis, 18 Agustus 2011

Saya, 5000, dan Kepuasan


Resmi tertanggal 17 Agustus 2011 harga tiket masuk untuk nonton di 21 Grage Mall Cirebon naik menjadi 20rb untuk hari biasa dan 25rb untuk weekend dan hari libur.

Hari itu pula, 17 Agustus 2011 saya bareng teman saya, Samsul Ari, pergi ke GM (sebutan akrab untuk Grage Mall Cirebon) untuk hunting jam tangan dan menonton
Transformer. Alangkah kecewa dan sedikit kaget melihat pengumuman bahwa harga tiket telah naik. Samsul beragumen panjang lebar bahwa menonton di 21 Hero Cirebon Mall lebih baik, maka saya pun terhasut oleh bujuk rayunya.

Samsul Ari berpendapat bahwa selain parkir di Hero Cirebon Mall tidak dihitung per jam, juga harga HTM 21lebih murah 5000 rupiah sehingga sayapun mengiyakan ajakan ekonomisnya. Merasa menonton kurang rame, sayapun mengajak teman-teman yang mungkin diajak dan hanya Muhammad Zakiyudin Ikhtar yang menyanggupi ajakan menonton, maka jadilah kami menonton Transformer bertiga.



Pertunjukan pun dimulai, saat itu kami mengambil jam tayang pukul 19.30 di baris C nomer 9 s.d 11 studio 4. Pertunjukan-pun berlangsung, setelah dirasa-rasa kok ni ruangan sedikit aneh, yah? Entah perasaan saya saja atau memang benar, kok ‘disini’ lebih sempit, kursinya lebih kecil dan udaranya kurang segar. Bagi yang menderita klastropobia mungkin ini menjadi sedikit masalah. Dan kami pun banyak kecewa karena banyak adegan dari film tersebut yang dipotong.

Selama pertunjukan kami tak jarang membincangkan adegan-adegan yang dipotong, dan tak jarang pula saya banding-bandingkan perbedaan antara menonton di 21 GM dan Hero, kesimpulannya sederhana, 5000 bukan angka yang besar memang jika yang kita cari adalah kenyamanan dan kepuasan.

Selamat menonton, kawan..

Minggu, 14 Agustus 2011

Saya dan FIlm







Saya dan FIlm

Selama 10 hari puasa pertama di bulan Ramadahn tahun 1432H atau 2011 ini, saya sedikit sering menghabiskan waktu di depan mini laptop saya, ya banyak hal yang saya lakukan, dimulai menulis catatan-catatan kecil, memeriksa file-file, membuang file-file yang tak perlu disimpan dan menonton video klip atau film yang saya kopi dari warnet dan temen-teman saya.




Langsung yah, beberapa hari ini saya masih terngiang-ngiang beberapa fil yang telah saya tonton, diantaranya: Shutter Island, The Way Home, A crazy little thing called love, 100 days with MR. Arrogant, dan A beautiful mind.



Benar sekali, kalau difikir-fikir, tahun ini adalah tahun pertama saya menonton film-film dari negeri gingseng tersebut, dan harus saya akui, film mereka berkarakter.

Oh yah, tak ketinggalan saya juga menonton film I not stupid too.




Mari kita sedikit membahasnya, dan pastinya ini adalah komentar pribadi saya, jadi anda bisa untuk menyutujinya atau tidak.




Film Island dan A beautiful mind memang saya suka, karena film ini membahas tentang psikologi. Saya menyukai psikologi dan pembahasannya.
Selama menonton film-film tersebut sering saya berfikir: bagaimana jika tokoh utamanya saya. Hohoho, mengerikan sekali!!

Lanjut, ke film A crazy little thing called love, film bergenre love comedy ini sangat saya suka, saya menontonnya bareng ke dua teman saya: Bani Ainur Ramdlan dan Nursinggih, filmnya unik bahkan bagi kami yang sudah hamper meninggalkan masa remaja kami. Ada adegan yang membuat kami tertawa terpingkal-pingkal dan tidak mau berhenti, yaitu saat si p’Nam memepet seorang gadis yang hendak difoto oleh p’Shone. Secara keseluruhan film ini menarik, sangat menarik malah, dan persiapan make up samapi kostumnya sangat mantap, sangat suka la, karena pemainnya keren di-make-up-in dengan beragam usia. Hahaha. REALLY LIKE IT.




Berlanjut ke film yang bersetting di Singapura, I not stupid too, saya merasa sebagian orang Indonesia masih melakukan praktek tindak kekerasan terhadap anaknya, persis dengan yang digambarkan film ini. Saya berharap ornag Indonesia menonton film ini dan mempraktekannya, mari saling memberikan pujian atau penghargaan.
100 days with Mr. Arrogant memangklise namun, ya itulah ke-khas-an daripada drama Asia :)


Sekian kisah saya dan film yang saya tonton selama 10 hari pertama di bulan Ramadan tahun ini.