Sabtu, 28 Januari 2012

Sayakah Sangat Miskin Waktu?

Blog saya: Catatan Namu
Sebenarnya ini adalah blog kedua
Tidak penting membahas ini blog keberapa

Saya sedikit terenyuh melihat deskripsi blog saya: sekedar catatan dan jika sempat ya saya tulis.
Sebenarnya sangat sempurna!
Pembelaan yang sangat sempurna!

Kenapa jarang ngeblog? Jawabnya ya, belum sempat!
Hahaha
Memang alasan gampang dibuat buat

Lantas kemana sajakah saya selama ini? Miskin waktukah saya? Sampai blog menjadi usang dan bisa saja segera terlupakan, jangankan oleh pembaca, saya sendiri saja lupa!

Pembaca?
Eh emang ada yang membaca blog saya yah?

Wah, nampaknya itu bisa juga dijadikan alasan selanjutnya: ngapai ngeblog? Gada yang baca ini, boro boro dapet feedback kalau readernya ajah gada.
Yup, itu pula yang, mungkin, membuat saya semakin betah membuat note di facebook, posting status di facebook dan berkicau di twitland.

Hahaha
Lagi lagi pembelaan untuk tidak ngeblog!

Well, hello Muhamad Najmudin, apa tujuan anda ngeblog? Dan apakah sudah tercapai?


Meet me on twitter @mohnazz

Boardcast Blacberry

Sore itu, saat sedang asyik berselonjoran di depan tv
Tiba tiba saja kedip biru dan merah menyala dari celah kecil smartphone saya.

Sedikit enggan ku buka, oh ada BM rupanya
Sering mendapat pesan ini tapi jarang saya baca sampai full
Merasa punya waktu senggang, ahirnya saya baca samapi ahir

Dan
Paragraf ahir benar benar memikat saya

Berikut BM secara lengkapnya:


Dalai Lama diwawancara,  Leonardo Boff, tokoh Teologi Pembebasan Amerika Latin.
Pertanyaannya :
agama apa yg terbaik ? Dalai Lama menjawab sambil tersenyum, menatapku secara langsung, yang mengejutkanku, krn menyadari maksud jahat di balik pertanyaanku.
 
Beliau jawab :
”Agama yang paling baik adalah agama yang membawamu terdekat dengan Tuhan. Agama yang membuatmu menjadi orang yang lebih baik”

Untuk menutupi perasaan malu, karena jawaban yang sangat bijaksana, saya bertanya: “Apa yang membuat saya menjadi lebih baik?”
 
Beliau jawab:
“Apapun yang membuatmu lebih berwelas asih, lebih masuk akal, lebih terlepas, lebih mencintai, lebih memiliki rasa kemanusiaan, lebih bertanggung jawab, lebih etis. Agama yang melakukan semua itu terhadap mu adalah agama terbaik”.

Saya terdiam sejenak, mengagumi dan bahkan sekarang memikirkan jawabannya yang bijaksana dan tak terbantahkan:
 
”Saya tidak tertarik temanku, tentang agama mu atau apakah kamu beragama
ataupun tidak.
Apa yang penting untukku adalah tingkah lakumu di hadapan rekan, keluarga, pekerjaan, komunitas anda dan di hadapan dunia. Ingatlah, bahwa semesta adalah gema dari tindakan dan pikiran kita."
"Hukum aksi & reaksi tidak lah semata mata untuk ilmu alam. Akan tetapi juga hubungan antar manusia.
Jika saya bertindak dengan kebaikan, saya akan menerima kebaikan. Jika saya bertindak dgn kejahatan maka saya akan mendapatkan kejahatan."

"Apa yang kakek nenek ajarkan pada kita adalah murni kebenaran. Kamu akan selalu mendapatkan apa yang kamu inginkan untuk orang lain.
Menjadi bahagia bukanlah takdir. Akan tetapi adalah masalah pilihan.”

Akhirnya dia berkata :
"Berhati hatilah akan pikiranmu krn mereka akan menjadi perkataan.
Berhati hatilah pada kata katamu krn mereka akan menjadi tindakan.
Berhati hatilah pada tindakan mu krn mereka akan menjadi kebiasaan.
Jagalah Kebiasaan mu krn mereka akan membentuk karakter mu.
Jaga Karakter mu, krn akan membentuk nasib mu, & nasibmu adalah hidup mu.."

Just Me, My Self and I: [ balasan atas terima kasih itu ]

Just Me, My Self and I: [ balasan atas terima kasih itu ]: ini tentang sosok unik yang akan saya ceritakan pada kalian. tentang seseorang yang membuat saya tidak hanya berani bermimpi menembus lapis...


Hohohoh
Sangat berlebihan
Dan parahnya saya masih sok tahu, dlsb
Hahaahha
Pantaslah saya juga masih di kabupaten kelahiran sendiri

Thank for posting this

Tapi, ris..
Kenapa gak cari poto saya yang lagi terlihat lebih jenik dan keren??

Hahahaha

Semoga kita cepat bertemu dan bersua untuk saling bergelayutan dan rebutan sikat gigi lagi
Tapi
Besok besok saya kayaknya gak bakal minjemin sikat gigi lagi dah, hahaahahah

Kamis, 29 Desember 2011

smart phone but not smart user

Awalnya saya lagi ngebet banget pengen punya smart phone, dan ahirnya pun beli juga.

Melihat iklan kepincut juga dengan angka keren 99k fullservice untuk 90hari, namun tiba-tiba saja ada iklan baru, 90hari fullservice dengan harga cantik hanya 45k. Waw. Tanpa fikir panjang saya memboyong satu buah kartu perdana dari konter terdekat untuk menikmati si 49k tersebut. Namun sebelumnya saya pelajari dulu S & K dari produk tersebut.

Didorong dengan rasa terburu-buru dan ingin cepet-cepet memakai full service, ahirnya aktiflah si 49k! Yohoooo, saya mengaktifkannya di lingkungan kampus swasta di daerah kedaung. Dan o-ow, llleeeemmmmmooootttt banget, sejenak saya berfikir.. Kenapa gag biasa ajah!? Pasti gag kaya gini. Dan lagi...
Dan, waw saya kan punya kartu yg mungkin lebih cepet dari si 49k, si merah 99k.


Meratapi kelemotan service provider, jadi ingat saat mengobrol dengan teman hubungan natara harga dan kwalitas.
Selalu pasti ada barang murah dan berkualitas, tapi ya itu, namanya juga murah yaa kualitasnya juga murah.

Hmm

Saya belajar disini, bahwa harga tak pernah berbohong.

Mari bijak berbelanja, jangan kejebak dengan iklan barang yang ngakunya harga murah tapi kwalitas mahal. Karena pasar telah menghitung, jika barangya murah yaaa kualitasnya juga mengikuti...


Karena harga tak pernah berbohong