Awalnya saya lagi ngebet banget pengen punya smart phone, dan ahirnya pun beli juga.
Melihat iklan kepincut juga dengan angka keren 99k fullservice untuk 90hari, namun tiba-tiba saja ada iklan baru, 90hari fullservice dengan harga cantik hanya 45k. Waw. Tanpa fikir panjang saya memboyong satu buah kartu perdana dari konter terdekat untuk menikmati si 49k tersebut. Namun sebelumnya saya pelajari dulu S & K dari produk tersebut.
Didorong dengan rasa terburu-buru dan ingin cepet-cepet memakai full service, ahirnya aktiflah si 49k! Yohoooo, saya mengaktifkannya di lingkungan kampus swasta di daerah kedaung. Dan o-ow, llleeeemmmmmooootttt banget, sejenak saya berfikir.. Kenapa gag biasa ajah!? Pasti gag kaya gini. Dan lagi...
Dan, waw saya kan punya kartu yg mungkin lebih cepet dari si 49k, si merah 99k.
Meratapi kelemotan service provider, jadi ingat saat mengobrol dengan teman hubungan natara harga dan kwalitas.
Selalu pasti ada barang murah dan berkualitas, tapi ya itu, namanya juga murah yaa kualitasnya juga murah.
Hmm
Saya belajar disini, bahwa harga tak pernah berbohong.
Mari bijak berbelanja, jangan kejebak dengan iklan barang yang ngakunya harga murah tapi kwalitas mahal. Karena pasar telah menghitung, jika barangya murah yaaa kualitasnya juga mengikuti...
Karena harga tak pernah berbohong
Tampilkan postingan dengan label sekedar catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekedar catatan. Tampilkan semua postingan
Kamis, 29 Desember 2011
Kamis, 18 Agustus 2011
Karokean di Warnet
Kejadian ini terjadi di smester 2 perkuliahan saya atau sekitar satu atau dua tahun yang lalu.
Saat itu saya masih ikut belajar di LIA Cirebon, seperti biasa tiap bulan LIA selalu bagi-bagi tabloid gratis C ‘n S Magazine dan salah satu liputan musiknya mengenai album baru dari Daniel Marriweather. Namanya sih tidak begitu saya kenal karena saat itu memang saya tidak begitu mengerti lagu, dan sampai sekarang sih. Gaya laporan dari C’n S itulah yang membuat saya tertarik, Karena disebutkan bahwa meski sedikit easy listening, namun lagi tersebut tidak bakal disukai remaja.
Nah lho? Makanya saya searching dan dapatlah lagu yang berjudul impossible.. ahahaha dan ternyata tabloid itu salah, buktinya saya yang saat itu masih 18 tahun suka kok dengan lagunya.
Saya seketika menyukai lagu Impossible dari Daniel Marriweather, selain karena beat nya saya suka juga lyric nya keren banget, mungkin lebih dikarenakan saat itu saya sedang falling in love dengan temen sekelas meskipun pada ahirnya saya ditolak. AHAHAHAHA.
Karena lagu itu pula saya bisa dekat dengan teman-teman sekelas saya, yaitu Denny Andyatno dan Didi Murdiana Muinn, bahkan kalau tak salah kami pernah karokean dengan lagu tersebut, lucu memang karena kami melakukannya di warnet, tak apalah karena warnet yang kami pakai saat itu sedang sepi pengunjung.
Bukan sampai disitu, yang lebih memalukan adalah saat saya ingin mencari bahan tugas kampus di sebuah warnet depan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, saat itu saya masih ngekos di daerah tersebut. Jadi begini ceritanya.
Mengerjakan tugas di warnet sendirian pasti membosankan lah, saya melihat ada headset yang cukup keren di samping computer yang saya sewa. Box warnet tempat saya sewa hanya cukup 2 orang namun masa bodo juga lah, saya hanya seorang ini, bete dengan kesendiarian, ahirnya saya masuk ke youtube dan menorehkan kata impossible Daniel marriweather, OH GREAT saya menemukan yang lyric juga..
Ahirnya saya pasang headset di kuping dan mulailah saya video streaming, tidak puas muter sekali saya putar berulang-ulang, tidak puas hanya mendengarkan saya ikut menyanyi, tidak puas dengan gumanan nyayian, saya menyanyi dengan lantang seperti di tempat karoke, saat pengulangan kedua dari reff lagu tersebut secara tiba-tiba saya dapat pesan dari operator melalui client message, “MAS, MAAF NYANYINYA JANGAN KERAS-KERAS”
Wew, saya baru sadar. HAAHAHAHAHAHA, dengan elegan saya lepas headset nya dan …. Entahlah saya lupa setelah itu, yang jelas saat saya keluar dari box warnet semua mata penghuni warnet melihat saya dengan pandangan yang sulit saya pahami.
Bukan Untuk Orang Islam Laa
Bukan Untuk Orang Islam Laa
Jadi di pagi itu saya iseng menulis di wall facebook saya: “Apa jadinya jika hal-hal yang membatalkan wudhu juga membatalkan puasa? Bisa dibayangkan saat semua orang menahan kentut.. hahahaha”
Yah, pagi itu entah darimana saya menulis demikian, hahaha, sebenarnya saat itu saya sedang menunggu adzan subuh dan sangat disayangkan saya kentut juga, padahal saya bela-belain untuk menyimpan wudhu saya sampai solat subuh tiba.
Mengingat kata puasa, jadi ingat pemandangan lucu di sekitar Hero, Cirebon Mall. Saat itu, saya, Muhammad Zakiyudin Ikhtar dan Samsul Ari sedang wara-wiri menunggu menuju 21 Hero, Cirebon Mall untuk membeli tiket pertunjukan film Transformer dan tak sengaja kami jumpai pasangan remaja yang sedang asyik makan mie ayam.
Sekilas biasa saja, namun…. Nah lho? Ini kan masih pukul 16.57 dan, hei ini bulan puasa, kan? Terus yang kami herankan, perempuannya mengenakan kerudung yang sedikit berwarna cerah. Sebenarnya biasa saja sih, karena sebelumnya, sekitar pukul 14.30an saya dan Samsul ke pasar KAnoman dan melihat sekeluarga kecil klan china sedang menikmati es serut.
Namun, tetep saja bagi saya yang katro dan terlalu sering menghabiskan waktu di rumah, melihat lelaki 20an tahun bersama pasangannya yang tak jauh beda secara usia dan berkerudung sedikit cerah sebelum pukul 17:00 WIB di bulan puasa makan mie di tempat yang tidak tertutup menurut saya sedikit aneh, ini kan Cirebon, yang katanya kota wali?
Sekiat 10 menit kami mengobrol tentang hal itu, dan pada ahirnya ya memang puasa kan diperintahkan bukan kepada orang islam, namun kepada orang yang beriman. Hehehe..
Jadi di pagi itu saya iseng menulis di wall facebook saya: “Apa jadinya jika hal-hal yang membatalkan wudhu juga membatalkan puasa? Bisa dibayangkan saat semua orang menahan kentut.. hahahaha”
Yah, pagi itu entah darimana saya menulis demikian, hahaha, sebenarnya saat itu saya sedang menunggu adzan subuh dan sangat disayangkan saya kentut juga, padahal saya bela-belain untuk menyimpan wudhu saya sampai solat subuh tiba.
Mengingat kata puasa, jadi ingat pemandangan lucu di sekitar Hero, Cirebon Mall. Saat itu, saya, Muhammad Zakiyudin Ikhtar dan Samsul Ari sedang wara-wiri menunggu menuju 21 Hero, Cirebon Mall untuk membeli tiket pertunjukan film Transformer dan tak sengaja kami jumpai pasangan remaja yang sedang asyik makan mie ayam.
Sekilas biasa saja, namun…. Nah lho? Ini kan masih pukul 16.57 dan, hei ini bulan puasa, kan? Terus yang kami herankan, perempuannya mengenakan kerudung yang sedikit berwarna cerah. Sebenarnya biasa saja sih, karena sebelumnya, sekitar pukul 14.30an saya dan Samsul ke pasar KAnoman dan melihat sekeluarga kecil klan china sedang menikmati es serut.
Namun, tetep saja bagi saya yang katro dan terlalu sering menghabiskan waktu di rumah, melihat lelaki 20an tahun bersama pasangannya yang tak jauh beda secara usia dan berkerudung sedikit cerah sebelum pukul 17:00 WIB di bulan puasa makan mie di tempat yang tidak tertutup menurut saya sedikit aneh, ini kan Cirebon, yang katanya kota wali?
Sekiat 10 menit kami mengobrol tentang hal itu, dan pada ahirnya ya memang puasa kan diperintahkan bukan kepada orang islam, namun kepada orang yang beriman. Hehehe..
Minggu, 14 Agustus 2011
TROPFEST
Suka dengan tropfest
Awalnya merasa jenuh dengan film-film yang ada, ingin sesuatu yang berbeda, dan tiba-tiba saja saya melakukan searching di youtube untuk menemukannya, dan gotcha! I’ve found it! Yah, nama channelnya adalah Tropfest yamg merupakan singkatan Tropical Festival
Berikut saya kopi dari Wikipedia mengenai Tropfest
Sejarah tropfest
Tropfest is the world's largest short film festival and is quickly becoming known as the first ever international film festival.
"Tropfest began in 1993 as a screening for 200 people in a cafe in Sydney but has since become the largest platform for short films in the world. Tropfest Australia takes place in February each year in front of a live audience of approximately 150,000. The main event takes place in Sydney but live satellite events are also staged in Melbourne, Canberra, Brisbane, Adelaide, Hobart, Perth and others. The event is also broadcast on television and webcast live to viewers around Australia and the world.
Increasingly, Tropfest events take place in cities around the world including London, Berlin, Toronto, Bangkok, and New York. The inaugural Tropfest Arabia, encompassing approximately 33 countries throughout the Middle East and North Africa, will take place in Abu Dhabi in November 2011.
Tropfest distinguishes itself from other events by being a 'content generation' platform, rather than merely an exhibition platform. Filmmakers are required to create new works for the festival which must include an item, known as the "Tropfest Signature Item" (TSI) and which changes each year. The films must be less than 7 minutes (including titles and credits) and be world premieres at the Tropfest event.
Tropfest's prize pool is one of the richest in the short film arena, and includes international trips to develop filmmaking careers and 'work experience' with top filmmakers. As a result, Tropfest has become known as the undisputed premiere launch pad for filmmaking careers, although to date this has been most notable in Australia, where many commercial and critical successes are directed by Tropfest alumni." taken from http://en.wikipedia.org/wiki/Tropfest
Video yang saya favorit-kan dari channel Tropfest adalah video pemenangTropfest 2010 yang berjudul SHOCK, videonya mengandung sejuta makna, perlu 5-10 menit untuk terdiam setelah saya menonton film berdurasi 4 menit 17 detik tersebut.
Sebenarnya , saya pun pernah merasakan apa yang digambarkan oleh film tersebut, lucu memang.
Begini ceritanya:
Hari itu saya pulang kuliah pukul 14.30, hari selasa dan belum pengen lagnsung pulang ke rumah, jadi saya putuskan untuk menungunjungi kontarakan teman saya di daerah STIKOM Cirebon, hari itu kontrakannya cukup ramai, saya kutang tertarik untuk mengobrol dan memutuskan tidur siang.
Sore itu saya terbangun pukul 17.20 dan saya belum solat ashar, saya memutuskan untuk bergegas mandi, namun tiba-tiba saja saat saya sudah hampir selesai mandi ada pertanyaan pendek yang terlintas dibenak, “Apa yang kau cari selama ini, Najmudin?” dan secara misterius saya merasa sangat down dan menangis sejadi-jadinya, mirip video tersebut. SHOCK.
Tangis saya pecah dan baru reda setelah sekitar 20 menit, dalam tangis saya saya menjerit, betapa selama ini saya bingung, bingung mengejar sesuatu yanhg selama ini saya sendiri tak tahu apa, saya merasa meaningless dengan rutinitas berangkat ke kampus pukul 05.50am untuk mengejar kopayu dan pukul 5.55am sampai rumah.
Saya baru menyadari betapa saya kurang memberikan waktu untuk diri sendiri mengenai apa yang benar-benar saya inginkan di dunia ini. Namun saya sangat berterimaksih kepada para tim sukses pembuat video SHOCK tersebut, dan kalian memang PANTAS dan BERHAK untuk menang, SELAMAT YAA!!
Awalnya merasa jenuh dengan film-film yang ada, ingin sesuatu yang berbeda, dan tiba-tiba saja saya melakukan searching di youtube untuk menemukannya, dan gotcha! I’ve found it! Yah, nama channelnya adalah Tropfest yamg merupakan singkatan Tropical Festival
Berikut saya kopi dari Wikipedia mengenai Tropfest
Sejarah tropfest
Tropfest is the world's largest short film festival and is quickly becoming known as the first ever international film festival.
"Tropfest began in 1993 as a screening for 200 people in a cafe in Sydney but has since become the largest platform for short films in the world. Tropfest Australia takes place in February each year in front of a live audience of approximately 150,000. The main event takes place in Sydney but live satellite events are also staged in Melbourne, Canberra, Brisbane, Adelaide, Hobart, Perth and others. The event is also broadcast on television and webcast live to viewers around Australia and the world.
Increasingly, Tropfest events take place in cities around the world including London, Berlin, Toronto, Bangkok, and New York. The inaugural Tropfest Arabia, encompassing approximately 33 countries throughout the Middle East and North Africa, will take place in Abu Dhabi in November 2011.
Tropfest distinguishes itself from other events by being a 'content generation' platform, rather than merely an exhibition platform. Filmmakers are required to create new works for the festival which must include an item, known as the "Tropfest Signature Item" (TSI) and which changes each year. The films must be less than 7 minutes (including titles and credits) and be world premieres at the Tropfest event.
Tropfest's prize pool is one of the richest in the short film arena, and includes international trips to develop filmmaking careers and 'work experience' with top filmmakers. As a result, Tropfest has become known as the undisputed premiere launch pad for filmmaking careers, although to date this has been most notable in Australia, where many commercial and critical successes are directed by Tropfest alumni." taken from http://en.wikipedia.org/wiki/Tropfest
Video yang saya favorit-kan dari channel Tropfest adalah video pemenangTropfest 2010 yang berjudul SHOCK, videonya mengandung sejuta makna, perlu 5-10 menit untuk terdiam setelah saya menonton film berdurasi 4 menit 17 detik tersebut.
Sebenarnya , saya pun pernah merasakan apa yang digambarkan oleh film tersebut, lucu memang.
Begini ceritanya:
Hari itu saya pulang kuliah pukul 14.30, hari selasa dan belum pengen lagnsung pulang ke rumah, jadi saya putuskan untuk menungunjungi kontarakan teman saya di daerah STIKOM Cirebon, hari itu kontrakannya cukup ramai, saya kutang tertarik untuk mengobrol dan memutuskan tidur siang.
Sore itu saya terbangun pukul 17.20 dan saya belum solat ashar, saya memutuskan untuk bergegas mandi, namun tiba-tiba saja saat saya sudah hampir selesai mandi ada pertanyaan pendek yang terlintas dibenak, “Apa yang kau cari selama ini, Najmudin?” dan secara misterius saya merasa sangat down dan menangis sejadi-jadinya, mirip video tersebut. SHOCK.
Tangis saya pecah dan baru reda setelah sekitar 20 menit, dalam tangis saya saya menjerit, betapa selama ini saya bingung, bingung mengejar sesuatu yanhg selama ini saya sendiri tak tahu apa, saya merasa meaningless dengan rutinitas berangkat ke kampus pukul 05.50am untuk mengejar kopayu dan pukul 5.55am sampai rumah.
Saya baru menyadari betapa saya kurang memberikan waktu untuk diri sendiri mengenai apa yang benar-benar saya inginkan di dunia ini. Namun saya sangat berterimaksih kepada para tim sukses pembuat video SHOCK tersebut, dan kalian memang PANTAS dan BERHAK untuk menang, SELAMAT YAA!!
Rabu, 03 Agustus 2011
Terimaksih Teman Superiorku
Saya punya teman yang secara nilai tes IQ memang menunjukan bahwa dia berIQ superior. Namun, di mata saya dia lebih sekedar orang yang mempunyai kertas Test IQ bertuliskan SUPERIOR karena dia memang salah satu sahabat saya.
Kami mulai kenal saat memasuki kelas 10 di sebuah sekolah madrasah aliyah negri. Awal perkenalan kami dimulai saat saya membacaka sebuah pisi tentang uang di depan kelas. Dan dihari itu juga lah kami mulai berkenalan. Kami satu kelas tepatnya.
Kami mulai akrab dan sering mengorbol. Puncaknya saat guru Biologi kami cuti untuk melahirkan dan diganti oleh guru lain, saat itulah kami suka membicarakan tentang masa depan dan mimpi-mimpi kami. Candida albinacos adalah hal pertama yang kami bicarakan karena penjelasa sang guru pengganti yang menarik minat kami untuk mempelajari biologi.
Kami mulai bercelonteh tentang mimpi-mimpi indah kehidupan kampus, ITS merupakan tempat yang ingin kami capai karena melihat ada kakak tingkat yang berhasil lolos ke ITS melalui jalur beasiswa. Dan teknik biologi adalah pilihan saya. Saat kelas 2 atau kelas tiga adalah saat betapa saya merasa bodoh, karena tidak ada itu yang namanya candida albinacos dalam dunia Biologi, yang ada adalah candida albicans.
Dan sayapun sadar bahwa belum ada atau tidak ada itu prodi teknik biologi di ITS Surabaya. Yah entahlah, teman saya si superior hanya mengiyakan dan memanasi mimpi-mimpi saya. Sampai ahirnya di penghunjung tahun kelas 3 saat pemilihan perguruan tinggi dan PMDK berlangsung saya sadar betapa memang teman saya itu superior. Dia diterima di ITS lewat jalur Beasiswa DEPAG sedangkan saya tidak lolos.
Sekarang, kami sedang menikmati liburan naik tingkat tiga atau menuju tahun ke-tiga di perguruan tinggi di kota masing-masing. Saya kuliah di Unswagati Cirebon dengan prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan teman saya mengambil prodi teknik sipil ITS Surabaya masih berteman dan bersahabat baik.
Malam ini dia memberikan pandangaannya tentang menulis melalui pesan singkat. Pernah memang suatu ketika saya memposting, “imabangi membaca dengan menulis” dia menurunkannya menjadi “jika membaca itu semudah mendengar, maka menulis itu akan semudah berbicara”.
Saya merasa sangat kelu seketika membaca pesan singkatnya, karena blog saya terbengkalai bertahun-tahun, sedangkan dia sangat produtif menulis di blog dan di note facebooknya. Terimaksih teman superiorku, teman sejawatku, Faris Azhar.
Kami mulai kenal saat memasuki kelas 10 di sebuah sekolah madrasah aliyah negri. Awal perkenalan kami dimulai saat saya membacaka sebuah pisi tentang uang di depan kelas. Dan dihari itu juga lah kami mulai berkenalan. Kami satu kelas tepatnya.
Kami mulai akrab dan sering mengorbol. Puncaknya saat guru Biologi kami cuti untuk melahirkan dan diganti oleh guru lain, saat itulah kami suka membicarakan tentang masa depan dan mimpi-mimpi kami. Candida albinacos adalah hal pertama yang kami bicarakan karena penjelasa sang guru pengganti yang menarik minat kami untuk mempelajari biologi.
“jika membaca itu semudah mendengar, maka menulis itu akan semudah berbicara”
Kami mulai bercelonteh tentang mimpi-mimpi indah kehidupan kampus, ITS merupakan tempat yang ingin kami capai karena melihat ada kakak tingkat yang berhasil lolos ke ITS melalui jalur beasiswa. Dan teknik biologi adalah pilihan saya. Saat kelas 2 atau kelas tiga adalah saat betapa saya merasa bodoh, karena tidak ada itu yang namanya candida albinacos dalam dunia Biologi, yang ada adalah candida albicans.
Dan sayapun sadar bahwa belum ada atau tidak ada itu prodi teknik biologi di ITS Surabaya. Yah entahlah, teman saya si superior hanya mengiyakan dan memanasi mimpi-mimpi saya. Sampai ahirnya di penghunjung tahun kelas 3 saat pemilihan perguruan tinggi dan PMDK berlangsung saya sadar betapa memang teman saya itu superior. Dia diterima di ITS lewat jalur Beasiswa DEPAG sedangkan saya tidak lolos.
Sekarang, kami sedang menikmati liburan naik tingkat tiga atau menuju tahun ke-tiga di perguruan tinggi di kota masing-masing. Saya kuliah di Unswagati Cirebon dengan prodi Pendidikan Bahasa Inggris dan teman saya mengambil prodi teknik sipil ITS Surabaya masih berteman dan bersahabat baik.
"imabangi membaca dengan menulis"
Malam ini dia memberikan pandangaannya tentang menulis melalui pesan singkat. Pernah memang suatu ketika saya memposting, “imabangi membaca dengan menulis” dia menurunkannya menjadi “jika membaca itu semudah mendengar, maka menulis itu akan semudah berbicara”.
Saya merasa sangat kelu seketika membaca pesan singkatnya, karena blog saya terbengkalai bertahun-tahun, sedangkan dia sangat produtif menulis di blog dan di note facebooknya. Terimaksih teman superiorku, teman sejawatku, Faris Azhar.
Langganan:
Komentar (Atom)