Tampilkan postingan dengan label cirebon. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cirebon. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Agustus 2011

Saya, 5000, dan Kepuasan


Resmi tertanggal 17 Agustus 2011 harga tiket masuk untuk nonton di 21 Grage Mall Cirebon naik menjadi 20rb untuk hari biasa dan 25rb untuk weekend dan hari libur.

Hari itu pula, 17 Agustus 2011 saya bareng teman saya, Samsul Ari, pergi ke GM (sebutan akrab untuk Grage Mall Cirebon) untuk hunting jam tangan dan menonton
Transformer. Alangkah kecewa dan sedikit kaget melihat pengumuman bahwa harga tiket telah naik. Samsul beragumen panjang lebar bahwa menonton di 21 Hero Cirebon Mall lebih baik, maka saya pun terhasut oleh bujuk rayunya.

Samsul Ari berpendapat bahwa selain parkir di Hero Cirebon Mall tidak dihitung per jam, juga harga HTM 21lebih murah 5000 rupiah sehingga sayapun mengiyakan ajakan ekonomisnya. Merasa menonton kurang rame, sayapun mengajak teman-teman yang mungkin diajak dan hanya Muhammad Zakiyudin Ikhtar yang menyanggupi ajakan menonton, maka jadilah kami menonton Transformer bertiga.



Pertunjukan pun dimulai, saat itu kami mengambil jam tayang pukul 19.30 di baris C nomer 9 s.d 11 studio 4. Pertunjukan-pun berlangsung, setelah dirasa-rasa kok ni ruangan sedikit aneh, yah? Entah perasaan saya saja atau memang benar, kok ‘disini’ lebih sempit, kursinya lebih kecil dan udaranya kurang segar. Bagi yang menderita klastropobia mungkin ini menjadi sedikit masalah. Dan kami pun banyak kecewa karena banyak adegan dari film tersebut yang dipotong.

Selama pertunjukan kami tak jarang membincangkan adegan-adegan yang dipotong, dan tak jarang pula saya banding-bandingkan perbedaan antara menonton di 21 GM dan Hero, kesimpulannya sederhana, 5000 bukan angka yang besar memang jika yang kita cari adalah kenyamanan dan kepuasan.

Selamat menonton, kawan..

Karokean di Warnet



Kejadian ini terjadi di smester 2 perkuliahan saya atau sekitar satu atau dua tahun yang lalu.

Saat itu saya masih ikut belajar di LIA Cirebon, seperti biasa tiap bulan LIA selalu bagi-bagi tabloid gratis C ‘n S Magazine dan salah satu liputan musiknya mengenai album baru dari Daniel Marriweather. Namanya sih tidak begitu saya kenal karena saat itu memang saya tidak begitu mengerti lagu, dan sampai sekarang sih. Gaya laporan dari C’n S itulah yang membuat saya tertarik, Karena disebutkan bahwa meski sedikit easy listening, namun lagi tersebut tidak bakal disukai remaja.

Nah lho? Makanya saya searching dan dapatlah lagu yang berjudul impossible.. ahahaha dan ternyata tabloid itu salah, buktinya saya yang saat itu masih 18 tahun suka kok dengan lagunya.

Saya seketika menyukai lagu Impossible dari Daniel Marriweather, selain karena beat nya saya suka juga lyric nya keren banget, mungkin lebih dikarenakan saat itu saya sedang falling in love dengan temen sekelas meskipun pada ahirnya saya ditolak. AHAHAHAHA.

Karena lagu itu pula saya bisa dekat dengan teman-teman sekelas saya, yaitu Denny Andyatno dan Didi Murdiana Muinn, bahkan kalau tak salah kami pernah karokean dengan lagu tersebut, lucu memang karena kami melakukannya di warnet, tak apalah karena warnet yang kami pakai saat itu sedang sepi pengunjung.

Bukan sampai disitu, yang lebih memalukan adalah saat saya ingin mencari bahan tugas kampus di sebuah warnet depan kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon, saat itu saya masih ngekos di daerah tersebut. Jadi begini ceritanya.

Mengerjakan tugas di warnet sendirian pasti membosankan lah, saya melihat ada headset yang cukup keren di samping computer yang saya sewa. Box warnet tempat saya sewa hanya cukup 2 orang namun masa bodo juga lah, saya hanya seorang ini, bete dengan kesendiarian, ahirnya saya masuk ke youtube dan menorehkan kata impossible Daniel marriweather, OH GREAT saya menemukan yang lyric juga..

Ahirnya saya pasang headset di kuping dan mulailah saya video streaming, tidak puas muter sekali saya putar berulang-ulang, tidak puas hanya mendengarkan saya ikut menyanyi, tidak puas dengan gumanan nyayian, saya menyanyi dengan lantang seperti di tempat karoke, saat pengulangan kedua dari reff lagu tersebut secara tiba-tiba saya dapat pesan dari operator melalui client message, “MAS, MAAF NYANYINYA JANGAN KERAS-KERAS”


Wew, saya baru sadar. HAAHAHAHAHAHA, dengan elegan saya lepas headset nya dan …. Entahlah saya lupa setelah itu, yang jelas saat saya keluar dari box warnet semua mata penghuni warnet melihat saya dengan pandangan yang sulit saya pahami.

Arti 21

Arti 21


Rabu 18:13, tertanggal 18 Agustus 2011, saya bersama Samsul Ari dan Muhamad Zakiyudin Ikhtar baru saja menyelesaikan solat maghrib di masjid depan dekat Hero Cirebon Mall, malam itu kami telah mengantongi tiket Transformer yang akan tampil pukul 19:30 di studion 4 21 Hero Cirebon Mall.

Iseng-iseng si Zaki ( panggilan untuk Muhammad Zakiyudin Ikhtar ) Tanya kepada kami, “kenapa sih kok namanya 21? Gak 22, 23 atu angka lainnya?”

Saya jawab dengan tidak begitu semangat, “entahlah, zak, mungkin pendirinya atau apanya yang menunjukan 21”

“ Aha! Saya tahu jawabannya, ahaha, itukan karena jumlah bintang dalam angka 21 berjumlah 21, hitung deh” pekik Zaki, dan …”Lho, iyah, sih, Zak?” sayapun mengiyakan setelah menghitung jumlah bintang yang ada dalam angka 21.

Hmm, emang iya yah 21 itu dinamakan 21 karena ada 21 bintang dalam angka 21 tersebut? Entahlah..