Berkenalan Dengan Mahasiswa Jepang
Beberapa bulan yang lalu saya berkenalan dengan mahasiswa Jepang yang asli WNI. Dia sudah lama tinggal di Jepang untuk study Busenis' Plan di Jepang. Kami berkenalan di dunia maya dan membahas beberapa hal yang menarik saat itu.
Beda Indonesia dan Jepang
Teman lulusan perguruan tinggi di Jepang tersebut berbagi pengalaman culture shocked yang dialaminya saat hari-hari pertana dia kuliah di negeri sakura tersebut. Dimulai dari gara-gara bel dia diusir dari kelas, sering dikembalikan tugas dari sang dosen, aneh melihat nenek-nenek yang mengelap piring kotor sebelum dicuci, dan heran juga karena kangen dengan nyamuk yang biasa mengganggunya seblum tidur.
Bel Penentuan
Awal ke kampus teman saya tersebut dengan santainya berangkat ke kampus on time, dan baru membuka pintu kelas belpun nyaring berbunyi. Yang bikin dia heran, dosen sudah ada di dalam dan secara otomatis dia diusir dari kelas tersebut.
Hmm, saya sih saja, biasanya kalau ke kampus kaya gitu ya paling, senyum dan sapa, " pagim buuuu", hohoho
I know that you are from Indonesia
Teman saya pernah beberapa kali tugas kuliahnya dikembalikan dengan alas an dosen tidak begitu puas dengan tugas yang telah dikerjakannya. Diawal perkuliahan, tugas dia dikembalikan dan ditanya, “kamu mengerjakannya kapan?” dengan spontan teman saya menjawab, “semalam, pak”. Dosen tersebut dengan ramah tersenyum, dan bilang, “ I know that you are from Indonesia, but here is Japan and not Indonesia, perbaiki lagi yah dan buang sistem SKS (sistem kebut semalam) yang ada di minsetmu”.
Kasian dengan bumi
Teman saya pernah terheran-heran karena melihat seorang nenek-nenek yang bersusah payah mengelap piring bekas makan yang penuh dengan minyak menggunakan kertas, dia Tanya, “nek, kok piring kotor mau dicuci repot-repot dilap dengan kertas segala?”. Nenek tersebut hanya tersenyum dan berkata dengan sabar, “Kasin dengan bumi kita, kalau tercampu dengan minyak, pasti air yang saya gunakan jadi lebih lama diproses menjadi bersih kembali”. Mendengar penjelasan singkat si nenek, teman saya hanya diam.
Homesick
Malam pertama di apartemen, dia kangen mengibas-ngibaskan tangannya untuk mengusir nyamuk di kamar rumahnya. Tiba-tiba saja perasaan kangen rumah dan bayangan orang2 tercinta memenuhi kepalanya.
Ia telah jauh, sangat jauh untuk menimba ilmu tentang bisnis. Di Negara bunga sakura tersebut, secara dia merasa sangat sendirian. Keanehan yang dialaminya seharian membuatnya berfikir dan sadar bahwa hal kecil itulah yang membuat Negara kecil macam jepang jadi besar.
Peduli lingkungan, pendidikan dan sangat ketat dalam membagi waktu.
Terimakasih teman untuk cerita-cerita unikmu saat menimba ilmu di negeri Doraemon sana.
Tampilkan postingan dengan label cerita hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita hidup. Tampilkan semua postingan
Selasa, 20 Desember 2011
Minggu, 11 September 2011
Teman Lama
Suatu siang saya mendapatkan psan singkat dai teman saya yang berisi curhatan bahwa selama setahun dia kuliah di luar kota, dia belum juga mendapatkan teman untuk saling meloyalkan diri dan dia juga memberitahu saya bahwa dia sedang berada di tempat teman lamanya. Dia merasa terlalu saying pada kehidupan lamanya dan merasa terjebak dalam kehidupan lamanya.
Saya sedikit miris dan sedih membacanya. Saya mengetahui sedikit banyak tentang dia dan lantas saya berkaca pada diri sendiri. Oh tidak, saya pun demikian. Yah saya tak jauh berbeda dengan teman saya tersebut, malahan bisa dikatakan saya lebih buruk. Teman saya kuliah di luar kota dan saya tetap bergumul di kota sendiri. Bisa dilihat perbedaan pertama: tempat.
Hal lain: mobilitas, dia sering bercerita tentang betapa dia harus membutuhkan ini-itu, harus ini-itu, harus berbuat ini-itu untuk kegiatan kampusnya. Haha. Saya miris, saya di sini tidak bergabung di orgnisasi manapun. Dan banyak hal lain yang jika dibandingkan hanya akan membuat saya terlihat sangat jauh dibawah teman saya tersebut.
Tidak, saya tidak boleh terpaku untuk memikirkan perbedaan masalah tempat kuliah dan mobiltas kami yang sangat berbeda, namun saya jadi berfikir pula, lantas apa?
Entahlah, saya jadi semakin merasa tidak enak untuk memikirkan hal ini, membuat saya mengingat kata-kata bijak dari suatu program motivasi di televisi swasta nasional, bahwa banyak yang mengharapakan kehidupannya baik disuatu hari, namun tak sadar ia telah menidurkan semangatnya untuk menyegarakan diri membangun kehidupan baik yang dicita-citakannya. Maka segerlah memulai untuk membaikkan kehidupan anda.
Mengingat hal itu saya jadi malu dan saya pun merespon sms teman saya tersebut denagan hal-hal, yang semoga saja, mampu membuatnya bersemangat lagi dan tidak perlu membuat konsep buruk tentang dirinya.
Saya sedikit miris dan sedih membacanya. Saya mengetahui sedikit banyak tentang dia dan lantas saya berkaca pada diri sendiri. Oh tidak, saya pun demikian. Yah saya tak jauh berbeda dengan teman saya tersebut, malahan bisa dikatakan saya lebih buruk. Teman saya kuliah di luar kota dan saya tetap bergumul di kota sendiri. Bisa dilihat perbedaan pertama: tempat.
Hal lain: mobilitas, dia sering bercerita tentang betapa dia harus membutuhkan ini-itu, harus ini-itu, harus berbuat ini-itu untuk kegiatan kampusnya. Haha. Saya miris, saya di sini tidak bergabung di orgnisasi manapun. Dan banyak hal lain yang jika dibandingkan hanya akan membuat saya terlihat sangat jauh dibawah teman saya tersebut.
Tidak, saya tidak boleh terpaku untuk memikirkan perbedaan masalah tempat kuliah dan mobiltas kami yang sangat berbeda, namun saya jadi berfikir pula, lantas apa?
Entahlah, saya jadi semakin merasa tidak enak untuk memikirkan hal ini, membuat saya mengingat kata-kata bijak dari suatu program motivasi di televisi swasta nasional, bahwa banyak yang mengharapakan kehidupannya baik disuatu hari, namun tak sadar ia telah menidurkan semangatnya untuk menyegarakan diri membangun kehidupan baik yang dicita-citakannya. Maka segerlah memulai untuk membaikkan kehidupan anda.
Mengingat hal itu saya jadi malu dan saya pun merespon sms teman saya tersebut denagan hal-hal, yang semoga saja, mampu membuatnya bersemangat lagi dan tidak perlu membuat konsep buruk tentang dirinya.
Langganan:
Komentar (Atom)